1

Saat Perhatian Semakin Langka,
Masih Berhargakah Temanmu?

share

Saat informasi telah menjadi begitu murah dan mudah didapat, perhatian menjadi suatu hal langka. Pendapat dari lingkar dalam (inner circle) sosialisasi, yang didalamnya termasuk teman, keluarga, dan semacamnya, menjadi salah satu sumber informasi terbaik dan terpercaya.

Paling tidak sebagian dari mereka mengetahui diri kita dengan sangat baik, mengetahui apa yang sesungguhnya kita inginkan atau cari, yang bahkan mampu mengalahkan algoritma pencarian tercanggih saat ini.

Saat ini, para ilmuwan di bidang komunikasi dan teknologi memiliki satu pertanyaan besar yang perlu untuk segera dipecahkan: “Apabila seorang meng-klik sebuah iklan, apakah hal tersebut akan diikuti oleh temannya yang lain?” Hal ini dianggap wajar karena antar teman cenderung memiliki kesukaan yang sama.

Namun dengan melimpahnya data yang didapat dari social networking dewasa ini, membuat jawaban atas pertanyaan tersebut tidak lagi dapat disimpulkan tingkat relevansinya semudah dulu. Tidak lagi semudah itu untuk menyimpulkan teman mana yang paling mirip dengan diri seseorang, atau teman mana yang memberikan kemiripan pola satu sama lain. Ulasan di Businessweek edisi Juni menunjukkan bahwa jumlah teman di social network yang kita perhatikan tidaklah sebanyak yang kita miliki. Dari data ini terlihat bahwa rata-rata user social network hanya melayani sekitar seperempat dari jumlah teman yang mereka miliki di account Facebook.

Kenyataan ini menarik karena terlihat kita tetap menjaga lingkungan kita cukup besar untuk mendapatkan kesempatan baru. Karena kebanyakan interaksi, kesempatan atau link yang kita dapat justru datang dari weak-ties 3/4 teman yang ada ini.

Hal ini yang perlu kita pahami, karena saat ini social network menjadi salah satu tempat bagi pemasar untuk memasarkan produk, jasa, atau ide. Reid Hoffman pendiri Linkedin adalah sebuah contoh nyata yang unik. Hoffman membangun Linkedin karena terinspirasi pada kebutuhan bahwa rata-rata orang di Amerika berpindah 7-8 kali sepanjang karir mereka. Dia memiliki 1864 orang di kontak listnya. Beberapa dari mereka mungkin akan sulit ia ingat. Tapi hal itu wajar, Hoffman menyebut mereka sebagai “light alliance” atau weak ties.

Light Alliance ini yang disebut Hoffman justru lebih banyak membawa informasi dan kesempatan baru pada kita. Karena mereka memiliki jaringan dengan orang-orang dan lingkungan yang berbeda dibanding teman-teman dekat kita yang cenderung saling overlap satu sama lain. Hoffman melihat ini sebagai ruang yang baik, untuk saling bertukar bantuan sesama weak ties.

Di linkedin kita bisa meluangkan waktu sekitar 30 detik untuk memperkenalkan dan merekomendasi satu teman ke teman yang lain. Hal kecil ini mungkin akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi kedua belah pihak. Hal tersebut memberikan manfaat dan tambahan reputasi positif pada Hoffman jika yang saling diperkenalkan kemudian berterima kasih karena sudah diperkenalkan olehnya. Namun sebaliknya, apabila ternyata Hoffman merekomendasikan orang yang salah, maka reputasinya juga yang akan menderita.

Diluar ukuran bisnis, hubungan antar manusia dan pertemanan adalah cara kita bertukar informasi, membangun sekutu, dan tolong-menolong. Namun secara profesional maupun individu, nilai dari pertemanan online yang ada selalu akan cenderung bertumbuh.

Sumber: Businessweek dan Mediabistro.com

Komentar

Tulis Komentar