- 22 Juli 2009
- Ulasan
Menyulut Semangat Nasionalisme
Melalui Dunia Maya
Ledakan bom di Ritz Carlton dan JW Marriot di hari Jumat 17 Juli 2009 lalu sontak mengagetkan seluruh rakyat Indonesia. Sejak bom Bali 2 di tahun 2005, situasi keamanan Indonesia sudah relatif stabil, namun tiba-tiba saja bom kembali meledak.
Kejadian yang muncul jelang kedatangan tim sepakbola Manchester United ini tentu kembali merobohkan kredibilitas Indonesia di mata dunia. Info seputar bom ini dengan cepat menyebar di dunia maya mendahului media konvensional seperti TV, radio dan koran. Twitter bahkan menjadi media pertama yang mengabarkan kejadian Bom di Ritz Carlton dan JW Marriot.
Daniel Tumiwa adalah orang yang pertama kali menuliskan Tweet “Bom @ marriot and ritz Carlton kuningan jakarta” sekitar pukul 07.47, dilanjutkan dengan Tweet “2 boms go off at marriot hotel ad ritz carlton Jakarta” dan “2 boms go off inside Ritz Carlton and Marriott coffee shops! Not kidding. Am here.” Update berita dari Daniel Tumiwa inilah yang dijadikan referensi oleh portal berita ABC dan dibahas oleh media sosial online Mashable. Daniel Tumiwa sendiri adalah salah satu pendiri MTV Asia dan NuBuzz Network yang pada saat kejadian sedang melakukan pertemuan dengan rekan bisnisnya di Hotel Ritz-Carlton.
Hampir semua isi Tweet* di Twitter dan status Facebook orang Indonesia sejak hari Jumat pagi berisi kabar tentang pemboman, sebagian besar lagi menuliskannya dalam bentuk kutukan terhadap para teroris. Ramainya pembicaraan tentang bom di jakarta membuat trend kata #indonesia di Twitter menduduki peringkat 1 (link mashable). Mirisnya, kata #indonesia menjadi trend karena berita yang negatif. Berangkat dari sini, muncullah gerakan #indonesiaunite pada Jumat siang.
Entah siapa yang memulainya, namun pesan persatuan ini berhasil menggerakkan para pengguna Twitter Indonesia untuk selalu menyertakan kata #indonesiaunite dalam setiap Tweetnya dan menambahkan bendera merah putih pada foto profilnya. Hal ini ternyata cukup mujarab karena pada Jumat malam kata #indonesiaunite menjadi topik nomor 1 di Twitter. Slogan – slogan “We are not afraid”, “We will not go down” dan “Indonesia Unite” terus meramaikan Twitter hingga hari ini. Video lagu Kami Tidak Takut-nya Pandji Pragiwaksono yang pertama kali disebarkan melalui Twitter-pun ikut membangkitkan semangat kebangsaan untuk melawan para teroris.
Tidak berhenti dengan gerakan di Twitter, gerakan Indonesia Unite kemudian juga menjalar di Facebook dengan terbentuknya halaman ‘Indonesia Unite’ dengan slogan “Dont let them beat us, united we stan”. Disini setiap orang bisa memasukkan tulisan, gambar dan video yang mengusung semangat persatuan untuk melawan terorisme. Jumat malam jumlah fans halaman ini baru 200 orang, namun saat artikel ini ditulis (21/07/09 14.45PM) jumlah fans sudah mencapai 24,906!! Wowwww!!!
Salah seorang pengguna Twitter juga membangun situs khusus gerakan ini dengan alamat http://www.indonesiaunite.com. Gerakan ini benar-benar menunjukkan kepada kita kekuatan dari sebuah persatuan. Mulai dari gerakan #indonesiaunite di Twitter, halaman Indonesia Unite di Facebook, pembuatan situs, kaos dan PIN semuanya merupakan kontribusi banyak orang. Seperti yang ditulis di situsnya: Siapa yang memulai #indonesiaunite? Semua memulainya secara serentak bersama atas gerakan hati yang sama atas rasa marah, kecewa dan sedih. Siapa penggerak #indonesiaunite? Ribuan pengguna Twitter dan online users lainnya.
Luar Biasa bukan? Ini baru gerakan dari para pengguna internet yang jumlahnya tidak sampai 10% dari total jumlah penduduk Indonesia. Bisa dibayangkan kan jika seluruh rakyat Indonesia Bersatu?!!!
Mari kita tularkan semangat ini di dunia nyata!! Ayo Bangkit Indonesia!!!
*Tweet : sebutan untuk sebuah postingan di Twitter

