- 30 Oktober 2009
- Ulasan
Gerakan Pemuda Generasi Web 2.0
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia Mengakoe Bertoempah-Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia Mendjoendjoeng Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.
Sumpah Pemuda yang dideklarasikan para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 menjadi salah satu tonggak sejarah bagi gerakan pemuda Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Pemuda sebagai pendobrak dan penggerak perubahan sudah dibuktikan dalam banyak peristiwa sejarah di berbagai bangsa. Lalu bagaimana dengan gerakan pemuda saat ini?
Perkembangan teknologi kini memungkinkan setiap orang untuk mengemukakan pendapatnya melalui media internet kapan saja dan dimana saja. Mulai dari blog, forum dan berbagai jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, dan Youtube yang kini banyak digunakan kaum muda dalam menyuarakan aspirasinya. Bahkan tak jarang langkah-langkah kecil tersebut kemudian menjadi awal dari suatu gerakan pemuda. Sebutlah gerakan Indonesia Unite yang tercetus pasca bom J.W. Marriot & Ritz Carlton lalu. Gerakan ini bahkan berhasil menyusun Amanat Bersama saat memperingati Hari Kemerdekaan Agustus lalu yang isinya sebagai berikut:
Amanat Bersama #IndonesiaUnite
- Kami adalah generasi baru, pewaris sah Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- Kami adalah generasi baru, yang menolak untuk hidup dan tumbuh dengan rasa takut. Kami memilih menjadi pemberani.
- Kami adalah generasi baru, yang percaya setiap kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru. Karena itu, kami akan berusaha untuk memutus rantai kekerasan melalui karya kemanusiaan di mana pun kami berada.
- Kami adalah generasi baru, yang percaya penuh dengan prinsip demokrasi, kemanusiaan, kesetaraan, dan saling menghormati. Karena itu, kami menolak segala bentuk diskriminasi.
- Kami adalah generasi baru, yang akan membangun sebuah bangsa dan negara yang bermartabat dan terhormat, mampu mempersatukan Indonesia, melindungi hak-hak individu, berdiri di atas semua golongan, serta memuliakan manusia-manusia yang menjadi rakyatnya.
Semangat kebangsaan di dunia maya sangat terasa di hari peringatan Sumpah Pemuda 2009 kemarin. Dengan mudah kita bisa menemukan semangat nasionalisme pemuda dari artikel blog, status Facebook, postingan Twitter atau video Youtube.
Di dunia blog, ada Detik Blog yang membuat Gerakan Indonesia Satoe yang mengajak para blogger untuk melakukan posting serentak pada tanggal 28 Oktober 2009 di blog masing-masing berupa teks sumpah pemuda ditambah dengan janji para blogger selaku pemuda Indonesia.
Hal yang sama juga diadakan di Detik Forum dengan nama Gerakan Sumpah Detikers.
Di Twitter, beragam tweet tentang Sumpah Pemuda diposting sejak pagi hari. Mulai dari sekedar ucapan selamat hari Sumpah Pemuda, harapan untuk pemuda, hingga sejarah Sumpah Pemuda. Seperti yang dilakukan oleh Pandji,ia membuat pertanyaan seputar Sumpah Pemuda sejak pagi hari.
Di Youtube, kita juga bisa menemukan sebuah film pendek yang berjudul Menjadi Indonesia dengan Hati yang mengajak kita untuk mulai melakukan sesuatu dimulai dari diri sendiri untuk Indonesia….
Gerakan-gerakan di media internet dalam menumbuhkan dan menularkan semangat nasionalisme diantara para pemuda tentulah merupakan hal yang positif . Tapi apakah semuanya cukup sampai disitu? Tentulah tidak…
Lagi-lagi media hanyalah sebuah wadah kita untuk berkomunikasi, selanjutnya adalah pilihan kita untuk mau beraksi dan berkontribusi atau tidak… Karena hanya ada 2 tipe pemuda di dunia, yaitu: pemuda yang menuntuk perubahan dan pemuda yang melakukan perubahan..
Mmm, melihat semangat yang masih menyala di dada para pemuda Indonesia, kita harus yakin bahwa perubahan itu pasti bisa diwujudkan… Seperti yang pernah diungkapkan proklamator kita, Bung Karno:
Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia.
Ayo pemuda mari bangkit dan berkarya!!
Saatnya kita guncang dunia!! ^o^



